Ihwal Kota Beras Serambi Madinah di Balik Slogan Kota Solok

Wako Solok H. Zul Elfian dan Ketua DMI, H. Nofi Candra bersama pengurus Mesjid se-Kota Solok
Wako Solok H. Zul Elfian dan Ketua DMI, H. Nofi Candra bersama pengurus Mesjid se-Kota Solok (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Dalam dua tahun kepemimpinan Zul Elfian-Reinier sebagai Wali Kota (Wako) dan Wakil Wali Kota (Wawako) Solok , Mungkin masih banyak pihak yang bertanya-tanya dan belum paham dengan slogan kota Beras Serambi Madinah yang disematkan pada Kota Solok .

Menurut Wako Solok Zul Elfian, ihwal penyematan slogan itu beranjak dari semangat untuk mengadopsi nilai-nilai religius yang tergambar dari kehidupan masyarakat Madinah kedalam kehidupan masyarakat Kota Solok yang heterogen.

baca juga: Pemko Solok Koordinasi Persiapan Penerapan New Normal dengan Mendagri

"Nilai-nilai ini yang coba kita tanamkan di tengah kehidupan masyarakat Kota Solok yang heterogen," ungkap Zul Elfian saat bersilahturrahmi dengan Dewan Mesjid, pengurus dan Imam di Balairung 99 kota Solok .

Sejalan dengan Visi dan misi daerah, sejumlah program dalam membangkitkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat terus dilakukan. Magrib mengaji subuh berjamaah, Penyuluh agama Islam khusus, Pelatihan Khatib dan imam Mesjid dan banyak lainnya.

baca juga: Kapolres Solok Kota Terima Penghargaan dari Pemko Solok

Renovasi dan pembangunan Mesjid hingga menciptakan rasa nyaman, sejuk dan aman tak ketinggalan juga dilakukan. Dengan kondisi itu, masyarakat akan betah berlama la dalam rangka beriibadah.

"Tentunya, lingkungan Mesjid yang ada di Kota Solok harus bersih, indah dan segar. Siapa saja yang datang, akan merasa senang," ungkap Zul Elfian.

baca juga: Kota Solok Kembali Perpanjang PSBB Hingga 7 Juni 2020

Mesjid tidak hanya sebatas sarana ibadah namun Mesjid menjadi salah satu sarana pendidikan, serta membangun perekonomian umat. Layaknya program Baitul Mall Wat Tamwil (BMT) atau koperasi berbasis Mesjid.

Membangun generasi muda Islam yang tangguh, tidak bisa dilepaskan dari surau dan Mesjid. Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) menjadi sarana dalam menyiapkan generasi muda kota Solok yang paham agama dan berakhlak mulia.

baca juga: Halalbihalal Via Zoom oleh PLN Sumbar Bersama Stakeholder

Keinginan Pemerintah Kota (Pemko) Solok itu, tentu tidak akan berjalan maksimal bila tidak didukung berbagai pihak. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda hingga tokoh masyarakat sangat berperan dalam membangkitkan nilai-nilai ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat.

Dalam diskusi penuh suasana keakraban itu, Wako juga mendapat masukan terkait berbagai problematika yang ada diberbagai Mesjid di kota Solok . Terutama Mesjid Agung Al Muhsinin yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Terutama soal sound sistem yang kurang jelas dan pagar Mesjid yang memghubungkan akses ke pemukiman masyarakat yang kerap terkunci dengan dalih menghindari anak-anak main sehingga lingkungan Mesjid menjadi kotor.

Menjawab hal itu, Zul Elfian memerintahkan pengurus Mesjid untuk membuka akses jalan masyarakat di sekitar pemukiman untuk ke Mesjid sehingga masyarakat tidak terhambat untuk beribadah.

"Jangan dikunci, Buka sajalah. Kalau kotor kan bisa dibersihkan. Kalau anak-anak ramai main di Mesjid, itu sesuatu yang baik. Anak-anak jadi tahu dengan Mesjid sejak kecil dan nantinya terbiasa ke Mesjid," sebut Zul Elfian.

Sejatinya, ungkap Zul Elfian, anak-anak memang harus lebih awal diperkenalkan dengan Mesjid. Walaupun mereka nantinya bergelut, itu bukan soal yang mengganggu, tinggal bagaimana secara bersama untuk mengarahkan ke hal yang baik-baik.

"Kita nasehati dengan cara yang baik, jangan sampai tertanam didalam otak anak kalau mereka dilarang bermain di Mesjid. Kalau bisa lebih banyak berkegiatan di Mesjid sebab akan berpengaruh pada tingkah dan perilaku anak," sebut Zul Elfian.

Berbarengan pada kesempatan itu, walikota Solok bersama ketua DMI Kota Solok H. Nofi Candra sekaligus melepas keberangkatan disertai penyerahan bantuan kepada Imam Mesjid Agung Almuhsinin yang melaksanakan ibadah umroh program DMI Nasional.

[Syafriadi]

Penulis: Webtorial