Cegah Kecelakaan Kerja, Wawako Solok Ajak Pengusaha Terapkan SMK3

"dari data BPJS Ketenagakerjaan dan pihak lainnya, sepanjang 2018 ini, di Kota Solok belum ditemukan klaim atas kasus kecelakaan kerja"
Wawako Solok Reinier ajak semua pihak mengkampanyekan SMK3 pada jalan sehat di depan Taman Syech Kukut, Minggu (13/5) (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Tingkat kecelakaan kerja masih terbilang tinggi di Indonesia. Berdasarkan Laporan International Labour Organization (ILO) pada May Day tahun ini, rata-rata setiap harinya sekitar 50 orang tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja.

"Rata-rata Kecelakaan kerja berdampak fatal dan berujung pada cacat anggota badan. Mayoritas kecelakaan terjadi pada bidang produksi terutama disekitar sektor usaha jasa konstruksi," ungkap Wakil Wali Kota (Wawako) Solok, Reinier ketika menjawab Klikpositif, Selasa (15/5).

Namun, menurut Reinier, dari data BPJS Ketenagakerjaan dan pihak lainnya, sepanjang 2018 ini, di Kota Solok belum ditemukan klaim atas kasus kecelakaan kerja. Artinya hingga April boleh diadakan tidak ada angka kecelakaan kerja (Zero Accident).

Meskipun demikian, Reinier menegaskan, seluruh perusahaan yang ada di kota Solok harus melaksanakan secara normatif hal-hal yang menyangkut antisipasi kecelakaan kerja dalam memberikan keselamatan bagi karyawannya.

"Artinya, setiap perusahaan wajib menyediakan perlengkapan keselamatan kerja ketika memang dibutuhkan, itu mutlak disediakan untuk menjamin keselamatan karyawan  dan lingkungan tempat bekerja," terang Reinier.

Peralatan keselamatan untuk pelindung diri seperti helm, sabuk pengaman, masker, kacamata las, sarung tangan, sepatu bot, racun api dan lainnya perlu disediakan sesuai standar keselamatan bidang kerja masing-masing.

Selain itu, suasana lingkungan pekerjaan juga harus memenuhi persyaratan, seperti udara yang bersih, saluran air yang lancar, lingkungan kerja yang higienis, penerangan yang cukup, tidak mengganggu masyarakat sekitar dan yang terpenting terkait pembuangan limbah ... Baca halaman selanjutnya