Didatangi Investor, Pemkab Pasaman Terima Kunjungan dari KRU Energi Asia

"Wabup Atos Pratama menyambut baik kedatangan para investor tersebut"

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) menerima kunjungan KRU Energi Asia Pte Ltd Singapore, Senin 30 Juli 2018. Kehadiran perusahaan asing ini dalam rangka menjajaki kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas di daerah itu.

Kedatangan petinggi perusahaan energi terbarukan itu disambut langsung oleh Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama. Didampingi para Asisten, Kepala OPD bertempat di Aula kantor bupati setempat.

Wabup Atos Pratama menyambut baik kedatangan para investor tersebut. Kedatangan para petinggi perusahaan KRU Energy ke Pasaman sebagai bentuk keseriusan perusahaan untuk berinvestasi di daerah Pasaman.

"Kita patut bersyukur dan berbangga, pihak KRU lewat delegasinya, Denis Tan (Managaing Director), Dave Tan (Chief Techical Officer), Rani (Director KRU Malaysia) dan Agustinus (Line Officer Jakarta), telah tiba di Pasaman," jelas Atos.

Dijelaskannya, bahwa pihak KRU Energy berencana berinvestasi di Pasaman, dalam bidang program Listrik Agro Gas Power Plants, 360 MW, memanfaatkan sumber energi listrik terbarukan dari tanaman shorgum.

"Selepas presentasi ini, pihak perusahaan akan mengurus berbagai perizinan ke kementerian terkait. Meninjau lahan, lokasi penanaman shorgum yang merupakan bahan baku bagi energi listrik biogas pertama di Indonesia ini," papar Atos.

Jika projek itu berjalan mulus, akan banyak keuntungan didapat oleh daerah itu ke depannya. Selain menambah sumber pemasukan bagi PAD, juga akan menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

"Insyaallah, Kabupaten Pasaman akan mendapatkan banyak keuntungan dari rencana investasi ini. Selain mendatangkan benefit untuk peningkatan pendapatan asli daerah, juga akan membuka lapangan kerja," katanya.

Untuk menghasilkan pasokan listrik hingga mencapai 360 MW, pihak perusahaan membutuhkan ketersediaan lahan yang tidak sedikit jumlahnya. Untuk 1 MW saja ... Baca halaman selanjutnya