Peringkat III, Kota Solok Dinobatkan Sebagai Kota Cerdas 2018

Wako Solok Zul Elfian (Dua Kanan) ketika menerima penghargaan kota Cerdas 2018 dari Kompas
Wako Solok Zul Elfian (Dua Kanan) ketika menerima penghargaan kota Cerdas 2018 dari Kompas (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA , KLIKPOSITIF - Dinilai berhasil menerapkan konsep kota cerdas, Kota Solok dinobatkan sebagai salah satu Kota Cerdas Indonesia dalam penilaian Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) tahun 2018 dari Kompas Group Media.

Daerah berjuluk Kota Beras Serambi Madinah itu berhasil masuk III besar dalam kategori kota kecil bersama kota Padang Panjang yang ada di peringkat I (satu) dan kota Sungai Penuh di peringkat II (dua).

baca juga: Pemko Solok Koordinasi Persiapan Penerapan New Normal dengan Mendagri

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Walikota Solok Zul Elfian dari CEO Kompas Group Media, Andi Budiman, Rabu (9/1) di ruang pertemuan komplek Kompas Gramedia, Jakarta.

Diketahui, survei IKCI awalnya digagas oleh Harian Kompas sejak tahun 2015, dengan melakukan penilaian terhadap kota-kota otonom melalui serangkaian tolak ukur dan metode yang bersumber dari data valid dari Badan Pusat Statistik dan beberapa institusi lainnya.

baca juga: Kapolres Solok Kota Terima Penghargaan dari Pemko Solok

Penghargaan IKCI sebagai bentuk apresiasi bagi Kota yang telah berhasil menerapkan konsep kota cerdas, dimana pengelolaan kota secara cerdas selayaknya didesain menjawab tantangan bagaimana meningkatkan kualitas penduduk mulai dari keamanan, kenyamanan hingga peningkatan kecerdasan.

Penghargaan tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi kota-kota di seluruh Indonesia agar ikut bergerak mencari solusi cerdas atas segala macam permasalahan yang ada di perkotaan.

baca juga: Kota Solok Kembali Perpanjang PSBB Hingga 7 Juni 2020

Walikota Solok H. Zul Elfian mengaku sangat bersyukur dengan masuknya kota Solok sebagai salah satu kota cerdas Indonesia tahun 2018. Anugrah itu menjadi motivasi untuk lebih baik kedepannya.

"Kita akan tingkatkan, mudah-mudahan dengan kerjasama dan dukungan semua pihak, peringkat kota Solok bisa lebih baik di tahun mendatang," ungkap Zul Elfian didampingi Kasubbag Penghubung dan Kerjasama Rantau, Yopi Permana dan Sekretaris Diskominfo Lusya Adelina.

baca juga: Halalbihalal Via Zoom oleh PLN Sumbar Bersama Stakeholder

Dalam penilaian, terang Zul Elfian, pada skala 1 - 100, Kota Solok mendapatkan skor 51,64. Skor terbanyak dari aspek masyarakat senilai 13,3, disusul dengan aspek kualitas hidup dengan skor 9,12 dan skor 7,37 untuk aspek lingkungan. Sementara untuk aspek ekonomi 5,63, aspek pemerintahan 5.36 dan 5.30 untuk aspek mobilitas.

Diakui Zul Elfian, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk kota Solok tiap tahun membawa dampak terhadap kompleksitas persoalan perkotaan. Penerapan konsep kota cerdas dibutuhkan untuk mengatasi persoalan yang ada.

"Dengan upaya memaksimalkan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat secara umum dan secara khusus dengan memetakan, menetapkan serta memaksimalkan prioritas variabel diharapkan mampu menjawab persoalan perkotaan yang ada," sebut Zul Elfian.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah