Program Bulir, Warga Kota Solok Baca 24 Buku Setahun

"dengan adanya program Bulir yang dilaunching Januari 2017 lalu, itu sangat membantu masyarakat untuk bisa mengakses buku bacaan sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya."
Wawako Solok, Reinier meminta pengelolaan program Bulir dimaksimalkan. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Setelah dua tahun lebih berjalan, Pemerintah kota Solok melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) mengevaluasi pelaksanaan program Buku Bergulir (Bulir) di kota Solok.

Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier mengatakan, dengan adanya program Bulir yang dilaunching Januari 2017 lalu, itu sangat membantu masyarakat untuk bisa mengakses buku bacaan sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya.

"Paket buku yang digulirkan beragam, sesuai dengan kebutuhan dan minat keluarga penerima program buku bergulir, ada buku untuk proporsi ayah, ibu dan anak, lengkap," sebut Reinier, Kamis (26/9) di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Reinier berharap, aparatur pemerintahan tingkat kelurahan dapat mengawal secara serius berjalannya program Bulir di masing-masing wilayah. Perhatikan terkait soal distribusi buku ke masing-masing rumah penerima.

"Pendistribusian buku ini harus jelas dan terarah, jangan sampai lalai dan kecolongan, pendistribusian ini harus merata, ini merupakan wujud upaya dalam mewujudkan kota Solok yang cerdas," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pembudayaan dan Kegemaran Membaca, Legriani, mengatakan, melalui program Bulir, masyarakat didorong untuk tetap menumbuhkan minat baca. Mengisi waktu luang dengan menambah ilmu.

Program Buku Bergilir merupakan suatu sistem penyediaan dan pengantaran buku bacaan ke rumah-rumah yang sesuai kebutuhan untuk keluarga indonesia secara bergilir setiap 15 hari. Pengantaran dilakukan oleh petugas yang ditunjuk.

"Setidaknya, dalam rentang satu tahun, satu orang bisa membaca 24 judul buku tanpa harus mengalurkan biaya ... Baca halaman selanjutnya