Pemkab Solsel Beri Strategi Bisnis Era Digital 4.0 Bagi Pelaku UMKM

Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi membuka Kegiatan Temu Bisnis dan Strategi Bisnis Era digital 4.0 di Hotel Pesona Alam Sangir Padang Aro, Selasa (22/10)
Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi membuka Kegiatan Temu Bisnis dan Strategi Bisnis Era digital 4.0 di Hotel Pesona Alam Sangir Padang Aro, Selasa (22/10) (Ist)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan hadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan Strategi Bisnis di era Revolusi Industri era digital four point O (4.0) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di derah itu.

"Kita Hadirkan narasumber dari Bukalapak, Transmart dan Budiman Swalayan untuk memotivasi UMKM kita dalam memasarkan produk diera digital saat ini,"Kata Sekdakab Solsel Yulian Efi, Selasa (22/10)

Ia melanjutkan, selain motivasi dan strategi bisnis di era 4.0 Narasumber tersebut juga diharapkan bisa melakukan kerjasama dengan pelaku UMKM yang dihadirkan.

Baca Juga

"Selain trik bisnis era digital dri narasumber, kegiatan ini juga temu bisnis UMKM Solsel di perusahaan tersebut karena kita berharap output-nya Produk UMKM kita bisa lolos diretail cukup besar di Sumatera Barat ini", Katanya.

Dia mengungkapkan saat ini produk UMKM asal Solok Selatan yaitu Rendang Lili salah satu brand asal Solok Selatan yang telah memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya bahkan hingga luar negeri.

"Melalui kegiatan ini kita berharap akan ada UMKM lain dari Solok Selatan yang juga mengikuti jejak brand rendang lili, UMKM yang hadir setidaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin kerjasama dengan Narasumber yang hadir tersebut"jelasnya.

Korwil Bukalapak Padang Sumatera Barat Ronaldo, mengatakan trik sederhana Sukses bisnis era digital 4.0 atau berjualan online adalah Kesabaran.

"Jualan Online adalah jualan foto, jadi Fotolah Produk sebagus mungkin, kemudian upload, dan sabar menunggu sampai ada pembeli", katanya.

Produk yang di upload imbuhnya, jangan hanya satu produk tetapi setidaknya ada sepuluh produk.

"Sama dengan warung yang hanya menjual satu produk maka pembeli akan jarang, tetapi jika warung tersebut menjual banyak produk maka pembeli akan ramai karena banyak pilihan", jelasnya.

Bayer Transmart Padang Sofyan Hadinata R mengungkapkan dari pengalaman kelemahan produk UMKM ada dua.

"Untuk masuk ke Bisnis Retail menjual produk di Supermarket harus memperhatikan tiga K yaitu Kwalitas, Kuantitas dan Kontinuitas", katanya.

Ia melanjutkan banyak produk yang bagus tapi jumlahnya sedikit dan tidak berkelanjutan hal ini menyebabkan produk tersebut gagal masuk swalayan atau Supermarket.

"Ada produk bagus dan laku, namun saat kami menghubungi pemilik produk ternyata barangnya tidak dikirim akhirnya pelanggan beralih ke produk lain yang serupa", Katanya.

Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Solok Selatan Aswizi menggunakan pihaknya mengundang sebanyak 50 pelaku UMKM dengan berbagai jenis produk untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini ajang temu bisnis serta motivasi dari pelaku usaha yang kita anggap sukses bagi pelaku UMKm di Solok Selatan, semoga UMKM kita memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya", tukasnya. [Kaka]

Penulis: Khadijah | Editor: -