Wawako Solok Sosialisasikan Perda Pekat Pada Pelajar

Wawako Solok, Reinier sosialisasikan Perda Pekat.
Wawako Solok, Reinier sosialisasikan Perda Pekat. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Beragam bentuk maksiat menjadi sisi lain yang menggerogoti kemajuan sebuah kota. Perlu regulasi yang kuat untuk menekan hal tersebut melalui produk hukum daerah yang menjunjung kearifan lokal daerah.

"Dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2016 tentang penyakit masyarakat (Pekat) menjadi alat dalam pencegahan dan penindakan terhadap tindakan pelanggaran," sebut Reinier saat menjadi Irup di SMKN 2 Kota Solok, Senin (2/12).

Dihadapan siswa, Reinier menjelaskan Pekat merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan dan meresahkan serta merugikan masyarakat. Tentunya perbuatan itu tidak sesuai dengan Norma Agama dan Adat Istiadat serta Tata Krama Kesopanan.

Baca Juga

Berbagai bentuk pekat diatur pencegahan dan penindakannya dalam Perda. Mulai dari Wanita Tuna susila, LGBT, mucikari hingga pria hidung belang. Meminum atau menjual minuman beralkohol, menyabung Ayam, memasang atau menempelkan gambar yang tidak senonoh di muka umum.

Selanjutnya, mempertontonkan aurat di muka umum, Judi, Kenakalan Remaja, Ngelem dan zat adiktif lainnya, Mengemis, Anak jalanan, Gelandangan, Gangguan Jiwa, organ tunggal dan banyak jenis lainnya.

"Jangan sampai ananda semua terjebak untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam peraturan daerah, hal tersebut tentunya akan merugikan diri, keluarga dan masyarakat," sebut Reinier mengingatkan.

Yang perlu diwaspadai oleh pelajar, sebut Reinier, setiap anak berseragam sekolah dilarang berkeliaran di tempat hiburan, di Warnet, di Playstation, Billyard, dan lainnya. Dilarang saling ejek sesama siswa (Bullying).

Setiap anak usia sekolah dilarang keluar malam setelah jam 21.30 malam kecuali didampingi keluarga, serta dilarang melakukan balapan liar dikarenakan beresiko besar terhadap diri sendiri dan orang lain, serta Maghrib mengaji dengan tidak menyalakan televisi pukul 19.00 sampai 21.00 Wib.

"Daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan cenderung merugikan diri, mending isi dengan hal-hal yang bersifat positif, gunakan waktu di masa muda dengan sebaik-baiknya sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari," papar Reinier.

Reinier juga menghimbau guru dan orang tua untuk tetap mengawasi pergaulan anak. Bagi pelajar yang nakal dan membandel akan ditertibkan oleh petugas dari dinas Satpol PP dan Damkar Kota Solok untuk diberikan pembinaan.

"Kami himbau, para murid agar mengikuti peraturan, jangan berkeliaran di jam sekolah. Setelah pulang sekolah lansung menuju ke rumah masing-masing. Jadilah generasi penerus yang bisa jadi kebanggaan orang tua dan guru," tutup Reinier.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah