Khatam Al-Quran Perdana, MDTA Masjid Agung Solok Wisuda 25 Santri

Wawako Solok, Reinier memberikan motivasi bagi wisudawan agar tetap belajar Al-Quran.
Wawako Solok, Reinier memberikan motivasi bagi wisudawan agar tetap belajar Al-Quran. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - 25 orang santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Masjid Agung Al-Muhsinin kota Solok menjalani prosesi khatam Al-Quran, Minggu (15/3/2020). Ini merupakan khatam Al-Quran perdana pada MDTA Masjid Agung.

Prosesi khatam Al-Quran diawali dengan Arak-arakan dari Masjid Agung Al-Muhsinin-pasar raya Solok -Aro IV Korong dan kembali finish di Masjid Agung. Selain santri, pawai juga diikuti oleh orang tua atau wali murid santri, Bako serta lainnya.

Menurut Reinier, Khatam Al-Quran bukan berarti berhenti untuk membaca, menghafal dan mempelajari Al-Quran. Terus tingkatkan bacaan, hafalan dan amalkan setiap tuntunan dan ajaran yang ada dalam Al-Quran.

Baca Juga

"Selamat untuk anak-anak kami yang sudah khatam membaca Al-Quran, ini bukan akhir tapi baru tahap awal untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Quran," ungkap Reinier.

Reinier berharap, dengan semakin banyaknya MDTA dan Taman Pendidikan Al-Quran di Kota Solok semakin mendorong untuk melahirkan generasi yang lebih baik kedepannya. Slogan Kota Beras Serambi Madinah akan lebih terwujud dalam kehidupan masyarakat.

Dari data yang ada, saat ini lebih kurang 90 MDA/MDTA atau Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yang ada kota Solok . Mayoritas berada di Masjid dan Musala serta ada juga Mubaligh yang mendirikan secara pribadi.

Reinier berpesan kepada orang tua wisudawan untuk tetap mengarahkan anak-anak agar lebih giat membaca Al-Quran dan mengontrol pergaulan anak agar tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat negatif.

Anggota DPRD Kota Solok , Rusdi Saleh mengatakan, Pihak DPRD Kota Solok dan Pemko Solok telah berkomitmen untuk menjadikan pendidikan keagamaan sebagai prioritas utama bagi seluruh masyarakat.

Salah satunya melalui sarana pendidikan non formal seperti MDA/MDTA dan TPA, apalagi di sekolah umum, porsi pendidikan keagamaan cukup kecil. Usahanan di usia sedini mungkin, anak-anak sudah bisa membaca Al-Quran.

"Kami berharap, Pendidikan Al-Quran terus berlanjut dan semakin menjamur di kota Solok . Tentunya, kami di DPRD dan Pemerintah daerah akan sangat mendukung pengembangan keagamaan di kota Solok ," tutupnya.

[Syafriadi]

Baca Juga

Editor: Khadijah