Antisipasi Corona, Pemko Solok Batasi Pejabat Keluar Daerah Sumbar

Pj. Sekda Kota Solok, Nova Elvino yang juga ditunjuk sebagai koordinator Gugus Tugad Corona Kota Solok
Pj. Sekda Kota Solok, Nova Elvino yang juga ditunjuk sebagai koordinator Gugus Tugad Corona Kota Solok (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah kota (Pemko) Solok mulai membatasi pejabat daerah untuk perjalanan keluar daerah (luar Sumatra Barat). Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Menurut Sekda Kota Solok yang juga Koordinator gugus tugas penanganan Corona, Nova Elvino, untuk kunjungan atau perjalanan dinas ke luar Sumatra Barat sudah dibatasi atau ditunda untuk sementara waktu.

"Kecuali itu sifatnya sangat penting sekali atau darurat, kalau diluar itu untuk sementara ditangguhkan dulu," sebut Nova Elvino menjawab KLIKPOSITIF , Rabu (18/3/2020).

Baca Juga

Sementara itu, untuk dalam wilayah Sumatra Barat, belum ada pembatasan bagi pejabat daerah atau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan perjalanan dinas, tapi kalau sifatnya tidak penting disarankan untuk tetap dalam daerah.

"Kalau wilayah seputaran Sumatra Barat, belum ada pembatasan, Tapi dengan catatan, pertemuan dilakukan dibawah 30 orang. Misalnya konsultasi ke Padang atau daerah lainnya," sebut Nova Elvino, Rabu (18/3/2020).

Hal itu dilakukan pemerintah kota Solok sebagai bentuk dukungan dalam menekan potensi penyebaran atau penularan virus Corona di kota Solok yang bisa saja terbawa dari luar daerah yang diduga sudah terpapar Corona.

Sejauh ini, ulasnya, khusus wilayah kota Solok belum ada laporan atau temuan terkait adanya dugaan suspect Corona. Masyarakat diminta tetap waspada dengan menjaga lingkungan dan menerapkan PHBS.

"Sejauh ini belum ada temuan atau laporan dugaan suspect Corona di kota Solok , kita berharap memang tidak ada hal semacam itu, tapi kita tetap lakukan upaya pencegahan seperti desinfeksi dan lainnya," tutupnya.

Sementara itu, terkait libur atau tidaknya aktivitas sekolah, tim Gugus tugas dan Pemko Solok sampai saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk pemerintah provinsi Sumatra Barat.

"Sampai saat ini, hasil evaluasi terakhir tadi bersama Pemprov Sumbar masih belum meliburkan anak sekolah. Namun, kita akan ikuti terus perkembangannya, karena situasi bisa saja berubah kapan pun," tutupnya.

Informasi yang dihimpun KLIKPOSITIF dari berbagai sumber, sampai Rabu siang, (18/3/2020) tercatat 227 kasus positif Corona di Indonesia. dari jumlah tersebut, lebih kurang 19 pasien meninggal dunia. Sejauh ini, belum ada laporan kasus positif Corona di Sumatra Barat.

[Syafriadi]

Baca Juga

Editor: Khadijah