Pemkab Padang Pariaman Akan Hadirkan Program Papa Tangkas Gada 119

Kadis Dinas Kesehatan Aspinuddin saat memaparkan programnya di Hadapan Bupati Ali Mukhni serta Muspida di Hall Parik Malintang Padang Pariaman.
Kadis Dinas Kesehatan Aspinuddin saat memaparkan programnya di Hadapan Bupati Ali Mukhni serta Muspida di Hall Parik Malintang Padang Pariaman. (Istimewa)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman untuk akan luncurkan Program  Papa Tangkas Gada 119 yang merupakan  layanan penanganan medis bagi korban kasus gawat darurat. Program itu merupakan singkatan dari Padang Pariaman Tanggap Kasus Gawat Darurat, sedangkan angka 119 merupakan nomor telepon sentral yang dapat diakses masyarakat untuk memperoleh layanan penanganan medis bagi korban kasus gawat-darurat.

"Sekitar 70 persen peristiwa kematian dalam kasus gawat-darurat disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman sehingga meluncurkan program tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Padang Pariama, Aspinuddin di ruang kerjanya.

baca juga: Diduga Hendak Pesta Sabu, Polisi Ringkus Tiga Orang di Padang Pariaman

Konsep Papa Sehat, sebut dia, antara lain berupa kunjungan bidan desa ke rumah-rumah masyarakat setiap hari, dijadikan Menkes sebagai model atau contoh secara nasional. Tidak sekadar berkunjung, bidan pun menanyakan keluhan penyakit kepada masyarakat. Jika ada, langsung melakukan penanganan medis. Kalau tidak memungkinkan, dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Kalau warga itu miskin, difasilitasi biayanya melalui Badan Amil Zakat Kabupaten.

“Dengan program ini yang telah berjalan sejak bulan Februari 2015, angka kematian ibu melahirkan dan angka kesakitan masyarakat menurun secara drastis mulai tahun 2015 hingga sekarang,” kata Aspinuddin. 

baca juga: Warga Tandikek Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Mangoi

Selanjutnya, Dinkes menerapkan aplikasi pendaftaran secara online bagi masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas. Dengan demikian, masyarakat cukup mendaftar dari rumah melalui ponsel dan tidak perlu antri menunggu. “Aplikasi ini memungkinkan Pak Bupati dan kami bisa memantau perkembangan layanan di semua Puskesmas guna mencarikan solusi jika ada permasalahann

“Saat ini kami sedang mempersiapkan sarana dan prasana, perangkat teknis serta sumber daya manusia yang akan menangani program tersebut,” katanya.

baca juga: Sambut HUT RI ke 75, Polisi di Padang Pariaman Bagikan Bendera dan Masker untuk Warga

Sistem program ini, sekaligus terkoneksi dengan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Kepolisian serta sejumlah rumah sakit rujukan. 

Ia menjelaskan, dibuatnya program ini tujuannya sebagai upaya mencegah kematian atau keadaan yang lebih buruk akibat keterlambatan penanganan," ujarnya.

baca juga: Datangi Rumah Warga Miskin, Ini yang Dilakukan Polres di Padang Pariaman

"Dengan program serta aplikasi ini kami akan memberikan pelayanan super cepat terhadap masyarakat yang mengalami kasus-kasus gawat dan darurat. Saat ini kami sedang menyiapkan sarana-prasarana dan tenaga yang dibutuhkan seperti dokter spesialis berbagai penyakit yang stand by 24 jam,” jelas Aspinuddin. 

Aplikasi online ini, katanya, memungkinkan petugas Papa Tangkas Gada 119 mengetahui kondisi terkini rumah-rumah sakit rujukan, seperti kehadiran dokter umum dan dokter spesialis. Selain itu bisa mengetahui apakah ada tempat tidur yang kosong di ruang rawat inap atau penuh. Dengan demikian petugas program dapat segera menyarankan kepada petugas di lapangan agar membawa pasien ke rumah sakit mana sesuai kondisi penyakitnya,” papar pria yang akrab dengan sapaan Dokter Jimi ini.

Ia menambahkan, program ini akan mulai diluncurkan pada tahun 2018. Untuk itu, Jimi sudah mengajukan alokasi anggarannya kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Padang Pariaman guna ditampung pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

“Program Papa Tangkas Gada 119 tidak hanya ditujukan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman , akan tetapi untuk menyelamatkan siapa saja yang mengalami keadaan gawat-darurat di wilayah Kabupaten Padang Pariaman , baik akibat mengalami kecelakaan, musibah, serangan jantung, stroke maupun penyakit gawat-darurat lainnya,” katanya.

“Terhadap pasien-pasien kritis terkait kasus gawat-darurat kan kita tidak mungkin mencari tahu terlebih dahulu siapa keluarga mereka yang akan bertanggungjawab membiayai. Barulah setelah keluarganya datang, pembiayaan pasien diserahkan kepada mereka,” 

“Dengan dorongan Pak Bupati Ali Mukhni dan dukungan seluruh jajaran Pemkab Padang Pariaman serta tokoh-tokoh masyarakat, kami membuat Program Padang Pariaman (Papa) Sehat yang mulai diluncurkan bulan Juni 2014,” ujarnya.

[HERI MARTONI]

Penulis: Webtorial