Bantu Pengembangan UMKM, Pemkab Pasaman Pinjamkan Alat pada Warga

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dan Anggota DPD RI, Ema Yohana foto bersama dengan pengusaha Kipang pulut Bonjol.
Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dan Anggota DPD RI, Ema Yohana foto bersama dengan pengusaha Kipang pulut Bonjol. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Untuk membantu pertanian warganya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman meminjamkan mesin penggolah kakao (roster) kepada pengusaha kipang pulut Bonjol "ITA" di pasar Senin Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol pada, Rabu 21 Februari 2018.

Ini salah satu bukti dukungan pemerintah terhadap pengembangan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) unggulan di daerah tersebut. Peminjaman mesin pengolahan kakao tersebut ditujukan untuk membantu warga dalam pengolahan dan peningkatkan mutu usaha kipang pulut Bonjol "ITA" yang saat ini pemasarannya sudah tembus pada pasar lokal dan Nasional dan luar negeri.

baca juga: Puluhan Pelaku Usaha di Pasaman Dibekali Ilmu Manajemen Kewirausahaan

"Selama dua tahun ke depan, kita meminjamkan beberapa unit mesin pengolahan kakao kepada pemilik usaha kipang pulut ini," ujar Wakil Bupati (Wabup) Pasaman , Atos Pratama saat menghadiri acara sukuran dua tahun berdirinya usaha kipang pulut Bonjol "ITA".

Hal ini ditujukan agar, pengusaha kipang pulut ini kedepan dapat lebih berkembang lagi, sehingga dapat bersaing di pasar global. Menurut Atos Pratama, Pemkab Pasaman akan selalu mendukung seluruh pelaku UMKM di daerah tersebut, khususnya usaha kipang pulut Bonjol ITA.

baca juga: Belasan Paket Besar Ganja Kering Dimusnahkan di Pasaman

"Kipang pulut Bonjol ITA yang sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan usaha tersebut" ujarnya. Kemudian, Pemkab Pasaman selalu mempromosikan berbagai produk UMKM diberbagai ivent, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Pimpinan Kipang Bonjol, Zainal Abidin, usaha kipang pulut Bonjol ini dirintis semenjak 14 Februari 2016 lalu yang beralamat di Pasar Senin Bonjol, Kabupaten Pasaman . "Saat ini, usaha kami sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Makanya kami gelar syukuran dan berbagi dengan anak yatim piatu se Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol.

baca juga: Kementerian Koperasi dan UKM Janjikan Insentif UMKM Rp2,4 Juta, Cair Bulan Ini

Saat ini, pemasaran kipang pulut miliknya itu sudah sampai ke pulau Jawa. Kemudian di Sumbar, Medan, Aceh. "Kita mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pasaman yang telah bersedia meminjamkan alat pengolah kakao (berupa roter). Alat itu nantinya akan berguna untuk mengolah dan meningkatkan produksi usaha kipang pulut Bonjol yang ia kelola selama ini.

Sementara itu, Anggota DPD RI yang juga Ketua IWAPI Sumbar, Hj. Emma Yohanna sangat mengapresiasi usaha kipang pulut Bonjol ITA yang dikelola anak muda Pasar Senin Nagari Ganggo Hikir Kecamatan Bonjol tersebut.

baca juga: Begini Gambaran UMKM di Pariaman Semenjak 2018 Hingga Pandemi

Dirinya juga siap membantu terutama dalam mempromosikan produk UMKM di daerah Pasaman ini. Ia juga meminta kepada pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya agar selalu memberikan pelatihan terhadap UMKM tersebut.

"Bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah itu sendiri juga perlu aktif untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka mensukseskan seluruh program yang telah dicanangkan. Keseluruhan ini lah yang dapat menjadi penentu siap atau tidaknya pelaku UMKM di Indonesia dalam era pasar bebas saat ini," terangnya.

Menurut Ema, semakin siap pelaku UMKM tentu akan semakin matang, dan semakin kokohlah dalam menghadapi semua tantangan era pasar bebas yang tengah berlangsung saat ini. Pelaku UMKM diharapkan mampu bertahan di negeri sendiri, serta bersaing di pasar global.

Dengan MEA saat ini, mengharuskan pelaku UMKM untuk siap. Peningkatan kualitas produksi dengan adanya kreatifitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha mutlak dilakukan.

" UMKM juga dituntut untuk mampu mempertahankan serta meningkatkan standar, desain dan kualitas produk supaya dapat diterima oleh pasar secara global. Dengan tingkat kemandirian yang semakin meningkat diharapkan berimbas pula pada pendapatan masyarakat, membuka kesempatan kerja, dan memakmurkan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Selain itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha UMKM kedepan juga dapat ditingkatkan dengan berbagai cara seperti memberikan program pelatihan, pendampingan, penyediaan fasilitas kepada pelaku UMKM .

[Man St Pambangun]

Penulis: Webtorial