Kota Solok Berpeluang Ekspor Bunga Krisan dan Kopi Payo

Optimis, Wako Solok, Zul Elfian tergetka  kota Solok isi pasar ekspor Bunga Krisan dan Kopi.
Optimis, Wako Solok, Zul Elfian tergetka kota Solok isi pasar ekspor Bunga Krisan dan Kopi. (Humas dan Protokol Pemko Solok)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Wali Kota (Wako) Solok , Zul Elfian menargetkan, produk bunga krisan kota Solok menjadi salah satu komoditi ekspor dari daerah tersebut. Kuantitas dan kualitas bunga krisan yang dihasilkan harus ditingkatkan.

Harapan tersebut muncul seiring adanya bantuan green house dari kementerian pertanian Republik Indonesia. Dengan penambahan 4 green house tersebut, produksi bunga Krisan kota Solok bisa meningkat tajam.

baca juga: Sudah 43 Orang, Kasus Positif COVID-19 Kota Solok Naik Drastis

"Produk bunga Krisan Payo harus menjadi komoditi ekspor, saat ini kita baru setengah jalan mengembangkan Krisan Payo. Kedepan, diharapkan stok Bunga Krisan Payo tidak pernah terputus," ungkap Zul Elfian saat Rakor OPD, Rabu (15/7/2020) di Balairung 99.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebur, Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Liferdi Lukman bersama Kepala Balitbu Solok Erlina Mansyah.

baca juga: Musala Al-Muhajirin Kota Solok Beralih Status Menjadi Masjid

Menurut Zul Elfian, dengan adanya perhatian dari Kementerian RI, menambah semangat kota Solok dalam mengembangkan kawasan Agrowisata di Kota Beras Serambi Madinah , terutama kawasan Agrowisata Batu Patah Payo.

"Terimakasih atas kedatangan bapak Liferdi Lukman, dan alokasi anggaran pembangunan green house bunga Krisan, kita berharap bimbingan beliau dalam membantu mengembangkan berbagai potensi pertanian yang ada di kota Solok ," beber Zul Elfian.

baca juga: Seorang Santri Ponpes di Kota Solok Positif COVID-19

Selain sudah terkenal dengan produksi beras, Kota Solok juga memiliki produk unggulan spesifik lainnya, yakni Kopi Payo. Pengembangan kopi yang sudah dilakukan sejak tahun 1840 tersebut semakin lengkap dengan kombinasi kebun bunga Krisan.

"Bunga Krisan dan Kopi Payo merupakan dua produk andalan di Agrowisata Batu Patah Payo, keduanya memiliki potensi sangat luar biasa dalam menunjang pengembangan pariwisata dan perekonomian kota Solok ," tambahnya.

baca juga: Mau Berangkat ke Batam, Satu Warga Muaro Paneh Solok Terdeteksi Positif COVID-19

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Liferdi Lukman mengatakan, komoditi bunga Krisan Payo berpeluang besar merambah pasar ekspor.

"Tinggal mengembangkan lagi, terutama dari segi kuantitas produksi, Kopi Payo dan bunga Krisan sudah memiliki ciri khas tersendiri, dan ini butuh keseriusan dari semua pihak," sebutnya memberikan motivasi.

Penulis: Syafriadi | Editor: Khadijah