Jasman: Bawaslu Solsel Diminta untuk Lebih Tegas Menindak ASN Tak Netral

Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal
Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Penjabat sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan ( Solsel ) Jasman Rizal meyakini banyak laporan masyarakat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solsel sekaitan dengan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada.

Untuk itu, pihaknya meminta Bawaslu Solsel agar lebih tegas dan melakukan proses penindakan ASN yang diduga melanggar Netralitas tersebut.

baca juga: Bawaslu Solsel Harapkan Pengawasan Partisipatif Meningkat Menjelang Hari Pemungutan Suara

"Saya Harap Bawaslu lebih tegas. Sebab Saya meyakini sudah banyak laporan masyarakat tetapi sejauh mana proses dan bagaimana hasilnya sampai sekarang belum ada. Hal itu sekaitan bahwa kami tidak bisa menindak ASN kalau tidak ada putusan Bawaslu," katanya

Jasman mengungkapkan pihaknya sudah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait Netralitas ASN, yang diduga terlibat politik praktis.

baca juga: Gubernur Sumbar: Nagari Tageh Pauah Duo Percontohan Aman Covid- 19 di Indonesia

"Berdasarkan laporan masyarakat banyak ASN bermain politik praktis termasuk tenaga kesehatan. Saya punya bukti si Anu mendukung si Anu, berupa foto dan rekaman. Saya harap kedepan jangan lagi terulang," katanya

Hal itu disampaikan Jasman saat mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas, RSUD dan Dinas Kesehatan di Aula Kantor Bupati untuk memberikan peringatan agar tidak terulang lagi.

baca juga: Resmikan Nagari Tageh COVID-19 di Solsel, Ini Harapan Gubernur Sumbar

"Banyak yang yang melapor kepada saya. Untuk saat ini akan diberikan pembinaan dulu, namun ini peringatan pertama juga terakhir bagi ASN," ujarnya.

Selain itu, imbuhnya juga ada laporan tenaga kontrak daerah yang ikut berpolitik praktis dan membuat status di media sosial dengan tujuan memenangkan salah satu pasang calon.

baca juga: APBD 2021 Solsel Tercepat di Sumbar, Ketua DPRD: Bukan Hanya Tercepat, Yang Penting Itu Kualitas

"ASN dan tenaga kontrak daerah diharapkan menjaga netralitas selama Pilkada dan kalau masih ada yang berpolitik praktis, maka tunggu saja sanksinya," katanya.

Dia mengingatkan, Jangan sampai gara-gara Pilkada masa depan sebagai ASN teraniaya, untuk itu agar bersikap netral Selama Pilkada.

Bagi ASN yang masih berpolitik praktis sanksinya bisa saja teguran ringan hingga berat bahkan sampai pemberhentian.

"Saya meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan ke Bawaslu kalau melihat ada ASN yang terlibat politik praktis," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Khadijah